Wabup Ardian Janji Upayakan Perbaikan SDN 1 Handuyang Ratu pada APBD-P

Wabup Lampura Ardian Saputra/ Efriantoni
Wabup Lampura Ardian Saputra/ Efriantoni

Wakil Bupati Lampung Utara Ardian Saputra berjanji mengupayakan perbaikan bangunan SDN 1 Handuyang Ratu, Kecamatan Bungamayang yang berdinding geribik dan papan dilakukan dalam waktu dekat. 


"‎Saya segera berkomunikasi dengan  Bupati agar perbaikan bangunan sekolah di sana dapat dilakukan dalam Perubahan APBD mendatang," jelas Wabup melalui sambungan telepon, Rabu (20/7).

Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet dan sejenisnya juga akan turut menjadi perhatian. Hal itu demi mendukung Kegiatan Belajar Mengajar yang nyaman dapat terlaksana dengan baik. ‎

Ardian mengaku sempat terkejut dengan kondisi bangunan SDN 1 Handuyang Ratu. Selama ini, tidak pernah ada informasi apa pun dari instansi terkait mengenai hal tersebut. Padahal, kondisi ini telah berlangsung sejak lama. 

"Tapi, yang ter‎penting saat ini adalah bagaimana para pelajar di sana dapat bersekolah dengan nyaman. Itu yang akan menjadi prioritas kami dalam waktu dekat ini," kata dia.

Sebelumnya, janji Pemkab Lampung Utara tahun 2016 silam untuk memperbaiki bangunan SDN 1 Handuyang Ratu, Bungamayang diduga tidak pernah ditepati.

Akibatnya, para pelajar di sekolah tersebut masih juga menempati bangunan eks balai desa itu yang sebagiannya berdindingkan papan dan anyaman bambu. 

Penggunaan bangunan yang jauh dari kata layak itu dikarenakan satu ruang kelas baru yang dibangun pada tahun 2021 lalu hanya mampu menampung dua kelas saja. Itu pun harus bergantian. Kondisi ini jelas sangat mengganggu kenyamanan para pelajar di sana.

Salah seorang siswa kelas VI yang bernama Desita mengakui bahwa kondisi ini telah terjadi sejak ia pertama kali bersekolah di sana. Sejak kelas I hingga sekarang, bangunan tempatnya menimba ilmu kondisinya masih seperti itu.

Kondisi ini membuat mereka tidak nyaman saat mengikuti pelajaran. Apalagi, saat hujan turun. Ruangan yang sejatinya memang bukan diperuntukan sebagai kelas itu selalu basah oleh air hujan. 

"Sedihlah ngeliat sekolah kami kok seperti ini. Padahal, di sekolah - sekolah lain, bangunannya bagus semua," kata dia.