Wali Kota Akan Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangan Agar WTP

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana/ Tuti
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana/ Tuti

Menanggapi Ketua Fraksi PKS, Agus Jumadi terkait perolehan opini wajar dengan pengecualian (WDP) pada laporan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung tahun anggaran 2020, Wali Kota Eva Dwiana akan lebih meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. 


"Hal ini akan menjadi pembelajaran bagi Pemkot Bandarlampung yang masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dibenahi dalam pengelolaan laporan keuangan kedepannya," kata Eva Dwiana saat penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi, Jumat (2/7). 

Menurutnya dengan dilakukan perbaikan dan pembenahan diharapkan agar kualitas pengelolaan keuangan Kota Bandarlampung kembali meningkat dan kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Agar kualitas pengelolaan keuangan Kota Bandarlampung kembali meningkat dan kembali mendapatkan predikat WTP," ujarnya. 

Sementara, terkait masalah penanganan banjir, Pemkot terus melakukan berbagai upaya guna mengatasi masalah tersebut, diantaranya telah melakukan gerebek sungai. 

"Gerebek sungai dilakukan dengan membersihkan, memperindah, dan mengeruk kali di wilayah Kota Bandarlampung," jelasnya. 

Lebih lanjut, kontribusi BUMN terhadap PAD berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Dimana tahun 2019 hanya sebesar Rp 17,4 miliar, dan tahun 2020 menjadi Rp 21,2 miliar atau meningkat sebesar 21,8 persen.  

"Meskipun beberapa BUMD di lingkungan Pemkot Bandarlampung yang belum bekerja secara optimal, sehingga akan menjadi salah satu perhatian kami dalam upaya meningkatkan kerja BUMD agar pendapatan daerah di sektor kekayaan daerah dipisahkan dapat lebih meningkat lagi," ujarnya. 

Kemudian, terkait dengan peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemkot Bandarlampung telah dilakukan belanja khusus pelatihan sosialisasi dan bimbingan teknis bagi ASN di lingkungan Pemkot Bandarlampung sebesar Rp 3,5 miliar pada tahun 2020. 

"Dan dalam anggaran APBD tahun 2021, kini Pemerintah telah kembali menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk peningkatan kualitas ASN," jelasnya.