Wali Kota: Pecat Oknum BPBD Bandarlampung yang Diduga Keroyok Pedagang

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana/ Tuti Nurkhomariyah
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana/ Tuti Nurkhomariyah

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana mengaku oknum petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung yang melakukan pengeroyokan telah diperiksa oleh Inspektorat.


Menurutnya, jika oknum petugas BPBD Kota Bandarlampung tersebut terbukti melakukan pengeroyokan, maka pihaknya akan memberikan sanksi. 

"Anggota BPBD yang diperiksa kalau tidak salah ada 4 orang, tindakannya ya kalau memang dia honorer kita berhentikan (pecat), kalau memang PNS kita berikan sanksi," kata Bunda Eva sapaan akrab Eva Dwiana, Senin (6/9). 

Lebih lanjut, Bunda Eva mengatakan tugas pemerintah adalah memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Sehingga perbuatan oknum petugas BPBD tersebut tidak dibenarkan. 

"Namun kita tidak boleh berhenti menghimbau kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan," ujarnya. 

Sebelumnya, warga Langkapura, Ahmad (24) mengaku dikeroyok oleh oknum petugas BPBD pada Jumat (3/9) sore dan melapor ke Polresta Bandarlampung Sabtu (4/9). 

Menurutnya, pengeroyokan bermula saat ada youtuber yang melintas di depan kedainya untuk berbagi. Namun saat menemui youtube tersebut, ia lupa memakai masker, sehingga ia ditegur sambil didorong oleh oknum petugas BPBD. 

"Saya langsung ke kedai ngambil masker dan kembali lagi untuk meminta maaf ke oknum itu. Sambil menegur cara yang dilakukan oknum itu karena kasar," kata Ahmad, Sabtu (4/9).

Setelah itu, Ahmad kembali ke kedai untuk mengemasi barang dagangan. Puluhan petugas BPBD kembali mendatangi, menyeret serta memukuli Ahmad di kantor BPBD Kota Bandarlampung. 

"Di pos saya juga dianiaya, kepala punggung saya dipukul. Namun setelah ada kepala BPBD malah mereka minta damai," ujarnya.