Wapres Minta Unila Jadikan Inovasi Sebagai Basis Pendidikan

Ma'ruf Amin/Ist
Ma'ruf Amin/Ist

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta perguruan tinggi negeri lebih memperhatikan inovasi sebagai basis pendidikan agar mampu menciptakan peneliti, kreator, dan inovator.


"Inovasi merupakan kunci keberhasilan memenangkan persaingan saat ini," kata Ma'ruf Amin saat orientasi ilmiah dalam Dies Natalis Unila ke-55, Rabu (23/9).

Ia memberikan contoh inovasi yang dilakukan oleh Apple di California Amerika Serikat serta perusahaan minyak dan gas di Arab Saudi.

"Contoh ini seyogyanya menjadi dorongan di Indonesia terutama lembaga pendidikan tinggi untuk menjadikan inovasi sebagai basis pendidikan," ujarnya.

Menurutnya inovasi jauh lebih bernilai dibandingkan dengan sumberdaya alam lainnya. Sumberdaya dapat habis tapi inovasi tidak terbatas. 

"Tanpa inovasi dunia tidak menjadi seperti saat ini. Beberapa inovasi sederhana seperti penemuan roda dan kompas mengubah peta geografis dunia. Penemuan lain seperti mesin uap menggantikan tenaga manusia dan hewan," jelasnya.

Dalam konteks negara, hubungan antara tingkat pendapatan sebuah negara yang diukur produk domestik brutto (PDB) berkorelasi positif dengan inovasi.   

"Negara dengan skor inovasi yang tinggi, cenderung memilik PDB perkapita lebih tinggi. Hal ini menunjukkan kontribusi besar dalam pembangunan. Oleh karena itu, kita perlu memacu inovasi lebih jauh lagi, untuk mengejar ketertinggalan," ujarnya.

Berdasarkan data Global Innovation Index (GII) 2020 terdapat peningkatan inovasi, tapi peringkat Indonesia tidak bergeser posisi 85 dari 193 negara di dunia. Peringkat ini masih sama pada posisi peringkat 2019 dan 2018. 

"Sementara peringkat di Asia, Indonesia menduduki posisi kedua terendah di atas Kamboja," jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini sangat ironis, karena sesungguhnya Indonesia mempunyai alokasi anggaran lebih besar dalam bidang riset, dan pengembangan dibanding Vietnam.

Tapi jumlah penelitian Indonesia hanya 89 orang per satu juta penduduk. Sedangkan Vietnam jumlah penelitian 673 orang per satu juta penduduk.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian kita semua terutama PTN, termasuk Unila," ujarnya.