Warga Adiluwih Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Sawah

Jasad Lasono saat dievakuasi/Ist
Jasad Lasono saat dievakuasi/Ist

Lasono (63) warga Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu ditemukan tewas di tengah sawah. 


Seorang saksi Dedi Sutrisno (37) warga Kecamatan Adiluwih menceritakan, Sabtu (9/10) pukil 22.30 Wib dirinya dan seorang rekanya Deni Rudianto (30) sedang mencari burung di areal persawahan Pekon Adiluwih melihat ada sorot lampu senter di tengah areal sawah. Saat itu saksi bersama rekanya langsung mendekati lokasi tersebut.

Betapa terkejutnya saksi, pada saat dilokasi dirinya melihat ada seorang laki laki sudah dalam posisi terlentang lemas di atas pematang sawah dengan kondisi mulut mengeluarkan busa dan nafas sesak mendengkur.

Lantas saksi meminta pertolongan warga sekitar kemudian menghubungi salah satu dokter yang tinggal di Adiluwih serta aparat kepolisian.

Setelah dokter datang dan melakukan pemeriksaan, ternyata kondisi nadi dan pupil korban sudah tidak ada respon.

Kemudian korban langsung dibawa ke salah satu klinik di Adiluwih guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun pada saat korban tiba di klinik dan dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis korban dinyatakan sudah tidak bernyawa. Ada dua luka dibagian kaki yang diduga bekas gigitan ular.

Sementara itu istri korban Sulistiana (48) mengaku kaget mendengar kabar suaminya telah pergi untuk selama-lamanya.

Dia menjelaskan tidak mengetahui kalau suaminya pada malam itu pergi mencari ikan di sawah.

"Saya tidak tau kalau suami saya pergi cari ikan, tau tau denger kabar seperti ini," lirihnya. 

Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat perihal adanya salah satu warga Pekon Kutawaringin yang tewas diduga akibat digigit ular.

"Benar semalam sekitar jam 22.30 Wib petugas piket menerima laporan warga perihal adanya salah salah satu warga Pekon Kutawaringin bernama Lasono yang tewas akibat digigit ular saat mencari ikan disawah," kata Timur Irawan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Minggu (10/10). 

Setelah menerima laporan warga, kata Kapolsek, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah personel guna melakukan proses olah TKP dan identifikasi terhadap korban.

Pada saat petugas tiba di TKP disekitar korban ditemukan sejumlah barang barang antara lain lampu senter, sebilah golok dan beberapa jenis ikan yang berada dalam bungkus plastik yang diduga hasil tangkapan korban.

Hasil olah TKP, Identifikasi dan pemeriksaan jenazah yang dilakukan bersama tenaga medis menemukan adanya dua luka kecil yang identik dengan bekas gigitan ular.

Luka tersebut tepatnya berada di bagian kaki sebelah kiri korban.

"Penyebab kematian korban masih kami dalami, namun kuat dugaan akibat digigit ular berbisa," ungkap Kapolsek. 

Hal tersebut diperkuat dengan adanya buih warna putih yang keluar dari mulut korban dan tidak ditemukannya luka bekas tanda kekerasan ditubuh korban.

Atas terjadinya peritiwa tersebut keluarga mengaku menerima dan mengiklaskan kematian korban serta menolak untuk dilakukan proses autopsi.

"Tadi malam jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman," tandasnya.