Warga Aksi Pertanyakan Keberpihakan Arinal Pada Nelayan Lamtim




Keluarga para nelayan mempertanyakan keberpihakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terhadap nasib nelayan yang resah sejak berkeliarannya kapal penyedot pasir di perairan tangkapan mereka dekat Pulau Sekopong, Kabupaten Lampung Timur.

Dalam salah satu poster yang ditulis pakai spidol hitam di atas kertas karton putih, warga menulis: Bapak Gubernur, lihat nasib kami, lihat nasib nelayan, apakah masih punya hati nurani?

Emak-emak yang turun menggelar aksi dengan membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan mereka ke para pemangku kepentingan di Pos Kuala Penet, Kantor Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (15/3).

[caption id="attachment_35545" align="alignnone" width="781"] Para emak-emak aksi pertanyakan juga keberpihakan Gubernur Arinal Djunaidi terhadap mereka/Foto Edi Arsadat[/caption]

Selain mempertanyakan keberpihakan Arinal Djunaidi, para istri nelayan yang didampingi para aktivis juga menuntut pembebasan rekan mereka, Rizal (SAF) yang ditangkap pascapembakaran kapal penyedot pasir.

Warga kembali resah sejak kedatangan kapal penyedot pasir milik PT Sejati 555 Sampurna Nusantara (SSN) ke area tangkapan ikan dan rajungan para nelayan sejak pekan lalu.

Dua hari mengabaikan peringatan para nelayan agar kapal penyedot pasir keluar perairan sekitar Pulau Sekopong, para nelayan ramai-ramai berinisiatif menghampiri dan membakar kapal penyedot pasir tersebut.

PT Sejati 555 Sampurna Nusantara mengerahkan empat kapal pengeruk pasir ke lokasi: kapal tongkang, kapal tagboat (penarik tongkang), kapal penyedot pasir, dan kapal kasko.

Sekitar 27 nelayan naik dua kapal mendatangi kapal yang telah bersiap menyedot pasir di kawasan perairan tangkapan nelayan dekat Pulau Sekopong, Sabtu (7/3).

Abdurahman, warga setempat kepada'Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (8/3), mengatakan bertindak seperti itu karen resah dan merasa tak dipedulikan para pemangku kepentingan.