Warga Kebagusan Gedong Tataan Tanyakan Macetnya Prona Sertifikat Tanah

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Sejumlah Warga Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pertanyakan kelanjutan pembuatan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) berupa sertifikat tanah milik mereka yang tidak kunjung selesai. 


Pasalnya, menurut beberapa warga desa setempat, berkas pengajuan telah dikembalikan kepada warga, karena pihak desa tidak mampu menyelesaikan pembuatan sertifikat tersebut.

Bahkan, tidak hanya itu, menurut salah satu warga, meski berkas telah dikembalikan, namun uang yang diminta pihak desa ketika akan mengurus prona berupa sertifikat tersebut tidak dikembalikan kepada warga.

"Kami telah mendatangi kantor desa untuk menanyakan perihal kelanjutan sertifikat tanah milik kami, pihak desa telah mengembalikan berkas kepada kami, tapi cuma berkas aja kalau uang yang kami setorkan itu nggak dikembalikan, saya udah setor 500 ribu," kata salah satu warga, yang wanti-wanti namanya tidak disebut, Senin (24/1).

Warga dusun Kampung Sawah desa setempat, juga mengatakan salah satu perangkat desa yang dulu mengurus pembuatan sertifikat kini telah diberhentikan.

"Kaur yang dulu mengurus Prona ini juga sudah diberhentikan jadi kami bingung harus bagaimana," ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Kebagusan Tohir, membenarkan hal tersebut, namun dirinya mengatakan akan memberikan penjelasan.

"Maaf namanya desa kan pelayanan di desa selalu ramai, ke kantor desa aja besok ya biar lebih jelas," jawab Tohir singkat.