Warga Menolak Taman Gajah Diubah Menjadi Masjid Mewah

Taman Gajah/Ist
Taman Gajah/Ist

Sejumlah warga menolak keras rencana pemerintah provinsi untuk mengubah Taman Gajah menjadi Masjid mewah di tengah kota Bandar Lampung.


"Tidak setuju dengan rencana tersebut," kata Helmi Fauzi kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (4/1).

Alasan dari penolakan tersebut, karena Taman Gajah salah satu icon kota Bandar Lampung yang legend sehingga sangat disayangkan jika harus diubah.

"Taman Gajah itu sudah sangat lama jadi icon atau simbol Lampung dan bahkan menjadi icon Kota Bandar Lampung juga," kata mantan jurnalis ini. 

"Semestinya icon yang sudah lama terkenal di masyarakat tersebut harus dipelihara dan direnovasi bukan digantikan jadi masjid," ujarnya.

Kalau direnovasi lanjut dia, Taman Gajah itu lebih representatif terutama untuk kebutuhan rekreasi, olahraga, hiburan dan sekaligus tempat mencari nafkah bagi usaha UMKM. 

Senada, Tri (30) warga Bandar Lampung mengatakan, tidak setuju karena Taman Gajah yang dibangun pada masa kepemimpinan Rido Ficardo sudah memiliki mushola yang layak untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sehingga tidak perlu diubah melainkan harus diperbaiki agar ruang terbuka hijau Taman Gajah lebih nyaman dan estetis sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota.

"Kok dibangun masjid padahalkan di Taman Gajah sudah ada masjid, tidak saya tidak setuju," kata Tri.

"Harusnya diperbaiki sajalah seperti tahun lalu kan bagus kalau sudah diperbaiki indah dan bersih jika dilihat mata," ujarnya.

Sebelumnya, Disparekraf Lampung mempersilakan apabila ada pihak swasta yang ingin membantu memperbaiki Taman Gajah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Silakan saja kalau ada yang mau membantu ya tidak apa-apa. Beberapa waktu yang lalu ada salah satu perusahaan yang memperbaiki, tapi sekarang belum ada lagi," timpalnya, Senin (13/12).