Warga Miskin Pematang Sawa Segera Terima Bantuan

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping PKH Kecamatan Pematang Sawa terkesan abai menyikapi permasalahan molornya bantuan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atas nama Nukhpiah.


Melalui sambungan telepon, TKSK Deni Irawan menjelaskan, ibu Nukhpiah terdaftar sebagai KPM, BPNT tahun 2019.

Saat pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tahun 2019, by name by adress atas nama Nukhpiah tidak terdaftar, artinya dari Bank Mandiri memang kartu KKS nya tidak ada.

Menurut dia, untuk memastikan kebenarannya, ia bersama keluarga ibu tersebut, mendatangi Bank Mandiri berkonsultasi dengan pegawainya.

"Oleh mereka kami disarankan membuat pelaporan ke Dinas Sosial Tanggamus," ungkapnya, Rabu (29/4).

Terkait pemasangan stiker penerima bantuan, karena ibu tersebut terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat BPNT atau sembako, kata Deni TKSK Kecamatan Pematang Sawa.

Senada dengan Deni, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Adnan mengatakan, laporan ke Koordinator Daerah (Korda) rutin dilakukan setiap bulan.

Camat Pematang Sawa, Somad Rianto, akan memprioritaskan akan mengupayakan agar Nukhpiah mendapatkan haknya.

Di lain pihak, Amri, Penjabat Kepala Pekon Guring, akan mengupayakan Nukhpiah untuk mendapatkan BLT dari Dana Desa Rp 600 ribu x 3 bulan.

"Pekon sudah masuk ia sebagai penerima BLT, walaupun ia sudah masuk sebagai keluarga penerima manfaat BPNT, tapi selama ini ia belum pernah mendapatkannya," kata Amri via sambungan telepon.