Warga Pesawaran Keluhkan Kenaikan Harga Minyak

Harga minyak goreng di Peaawaran mengalami kenaikan/ Rama
Harga minyak goreng di Peaawaran mengalami kenaikan/ Rama

Lonjakan harga minyak goreng kemasan maupun curah yang terus mengalami kenaikan sejak beberapa waktu terakhir, mulai dirasakan masyarakat. Kabupaten Pesawaran.


Hal tersebut dikeluhkan Astuti (30), salah satu warga Kecamatan Gedong Tataan kabupaten setempat, Kamis (25/11).

"Iya mas kurang lebih sebulan ini, harga minyak goreng naik terus, yang tadinya harga Rp 16 ribu sekarang naik Rp 17 ribu sampai dengan Rp 18 ribu, itu juga merk minyak yang biasa, minyak curah juga harganya sama aja, kalau yang bagus merk Bimoli bisa Rp 20 ribuan mas," keluh Astuti.

Ia mengatakan, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang tidak bisa digantikan. "Namanya kebutuhan mas, walaupun agak mahal ya terpaksa dibeli, tapi kalau harganya naik terus ya pastinya berat juga," kata dia.

Hal yang sama juga dikeluhkan Widya, yang juga warga Kecamatan Gedong Tataan, dirinya juga mengeluhkan harga minyak goreng yang terus naik.

"Memang lumayan mas, naiknya seribu sampai dua ribuan mas, makanya saya kalau beli di Indomart atau Alfamart akhir pekan yang biasanya ada promo atau potongan harga," kata Widya.

"Iya, semoga aja harganya kedepan bisa turun, jika naik terus bisa repot, kami harus mengeluarkan uang tambahan untuk beli minyak goreng," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Awaluddin membenarkan jika ada kenaikan harga minyak goreng di  Pesawaran.

"Betul untuk harga minyak goreng ada kenaikan beberapa waktu terkahir, ini juga kita temukan saat tim melakukan monitoring pengawasan dan pemantauan Satgas Pangan di pasar Sukaraja Gedong Tataan. Pada 11 November 2021 harga minyak goreng Bimoli Rp 18 ribu, kemudian kita lakukan sidak lagi pada 18 November 2021 harganya naik jadi Rp 19 ribu, minyal goreng curah juga sama mengalami kenaikan seribu rupiah," ujar Awaluddin.

Tapi memang kenaikan harga minyak goreng ini terjadi secara nasional, karena berkurangnya pasokan CPO akibat peremajaan produksi sawit," jelasnya.

Namun demikian, Awaluddin memastikan stok minyak goreng di Kabupaten Pesawaran masih aman dan cukup selama beberapa waktu ke depan.