Waspadai DBD Di Pringsewu, Diprediksi Meningkat Feburari

Fauzi/Ist
Fauzi/Ist

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan saat ini.


Fauzi juga meminta seluruh jajaran pemkab segera mengambil langkah menyikapi kondisi cuaca saat ini.

"Selain wabah Covid-19, yang perlu kita waspadai bersama adalah DBD," ujarnya, Kamis (14/1).

Dia mengatakan tindakan yang perlu dilakukan, diantaranya adalah menggerakkan kembali Geber PSN (Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara serentak di seluruh kecamatan, serta mengaktifkan kader Jumantik di pekon-pekon.

"Selain Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, setiap pekon agar juga dibentuk Satgas DBD dalam rangka menekan angka jangkitan DBD," katanya, Kamis (14/1).

Terlebih di cuaca musim penghujan seperti saat ini kata Fauzi, yang tentunya rawan penyebaran DBD. Sebab nyamuk aedes aegepty mudah berkembang biak, terutama di genangan-genangan air.

"Oleh karena itu, mari sama-sama kita bersihkan lingkungan kita masing-masing agar tidak ada air yang menggenang, serta secara berkala menebarkan bubuk abate pada tempat-tempat air," imbaunya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Herlambang memperikirakan kasus DBD di Pringsewu akan meningkat hingga Februari 2021, meskipun pada  2020 lalu kasus DBD sudah berkurang di Bumi Jejama Secancanan. 

"September 2020 lalu ada 13 orang yang terkena DBD, berkurang menjadi 6 orang Bulan November, serta 10 orang hingga akhir tahun lalu. Namun, seiring memasuki musim penghujan, diprediksi akan meningkat hingga Februari. Ini hanya prediksi, mudah-mudahan saja tidak," ungkapnya.