Webinar Nasional, Prof Karomani Paparkan Strategi Percepatan Guru Besar Ala Unila

Webinar dengan mengusung tema strategi meningkatkan jumlah guru besar dan mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen/ Tuti
Webinar dengan mengusung tema strategi meningkatkan jumlah guru besar dan mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen/ Tuti

Universitas Lampung (Unila) menggelar webinar dengan mengusung tema strategi meningkatkan jumlah guru besar dan mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen. Webinar tersebut diikuti oleh 4000 peserta dan 250 pimpinan universitas di Indonesia. 


Rektor Unila, Prof Karomani dalam webinar tersebut membagikan strategi Unila dalam meningkatkan jumlah guru besar. Langkah pertama yakni manajemen kepemimpinan dan pemberdayaan dosen. 

"Kami pimpinan Unila memegang prinsip jembar (semua ditolong tanpa ada melihat latar belakangnya). Pimpinan juga menjadi kapten lapangan, kita pantau tahapannya. Jika ada titik lemah maka rektor ada disitu," kata Prof Karomani, Selasa (5/4). 

Langkah selanjutnya, kata Prof Karomani, membuat tim percepatan guru besar dan melakukan pendampingan. Ada beberapa profesor yang diminta untuk mendampingi. 

"Perlu juga membuat pertor untuk memberi insentif bagi dosen yang berhasil menulis di jurnal reputasi. Serta memberi dana penelitian yang cukup untuk para dosen yakni 10 persen dari PNBP untuk penelitian," ujarnya.  

Membuat sistem kenaikan pangkat menjadi lebih transparan dan akuntabel. Melalui sistem tersebut para dosen bisa memasukkan sendiri datanya, sehingga bisa mengukur kemampuanya apakah persyaratan menjadi guru besar telah terpenuhi. 

"Jadi untuk enggak ada lagi cerita adanya penumpukan berkas saat pengurus guru besar," jelasnya. 

Prof Karomani juga menjelaskan alasan sulitnya mencapai guru besar yakni kandidat atau calon guru besar harus menulis dan mempublikasikan tulisannya, dan kebanyakan tidak terbiasa menulis. 

"Lalu lama proses menjadi guru besar, saya saja mengurus hingga 5 tahun. Kemudian tidak adanya SOP yang jelas terkait tahapan baik di jurusan, dekan dan senat. Serta perubahan regulasi dari kementerian," ujarnya. 

Diketahui, jumlah guru besar dari 2019 hingga saat ini hanya 25 persen dari dosen atau 6243 guru besar. Sementara total dosen seluruh Indonesia ada 300 ribu lebih.