Yayasan Al Azhar Larang Wartawan Liput Aksi Protes Wali Murid

Pihak Yayasan Al Azhar Bandarlampung melarang wartawan melakukan peliputan pertemuan puluhan wali murid sekolah tersebut yang memerotes keputusan adanya uang pengembangan, Senin (22/6).


"Tunggu saja hasilnya, nanti disampaikan," ujar Kepala Bidang Humas Yayasan Al Azhar, Marbi Nurwahyudi, saat wartawan RMOLLampung minta izin peliputan.

Wali murid SD Al Azhar Bandarlampung, memerotes keputusan pihak yayasan yang melakukan pungutan uang pengembangan.

Sebabnya, meski pungutan Rp600 ribu itu diberi potongan hingga 50 persen sehingga wali murid membayar Rp300 ribu, namun uang pengembangan yang baru diadakan tahun ini, dirasakan memberatkan.

Pihak yayasan tidak menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapai kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Sebabnya, uang pengembangan itu harus dibayar berbarengan dengan pembayaran uang daftar ulang paling lambat Jumat (26/6).

Wali murid minta agar pihak yayasan mengkaji ulang uang pengembangan ini, sebab saat ini masyarakat tengah kesulitan ekonomi karena ada corona.

Pertemuan itu langsung dipimpin Ketua Yayasan Al Azhar Bandarlampung Afdi Muslim di salah satu ruang kelas di SMP Al Azhar.