Yayasan Saburai Diambilalih Kembali Keluarga Para Pendirinya

Keluarga para pendiri Yasasan Pendidikan Saburai (YPS) versi Akte Notaris 18/1977saat konsolidasi pada tanggal 17 Desember 2020 dengan pelindungnya Amalsyah Tarmizi /RMOLLampung
Keluarga para pendiri Yasasan Pendidikan Saburai (YPS) versi Akte Notaris 18/1977saat konsolidasi pada tanggal 17 Desember 2020 dengan pelindungnya Amalsyah Tarmizi /RMOLLampung

Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 Tanjungkarang mengembalikan lagi Yayasan Pendidikan Saburai (YPS) kepada keluarga para pendirinya berdasarkan Akte Notaris No.18 YPS/ 20 Desember 1977 mulai hari ini, Senin (1/2).


Sebelumnya, lembaga yang mengelola Universitas Sang Bumi Ruwai Jurai (Saburai) ini dikuasai yayasan yang diketuai Indra Bangsawan berdasarkan akte notaris No.1 YPS tertanggal 1 November 2002.

Dalam proses persidangan, Bambang Irawan dan Slamet Abdul Latif setuju ada kekeliruan dalam Akta Notaris 01 Tanggal 1 November 2002.

Subki E Harun sebagai ketua pembina pada Akte Notaris 01 Tahun 2002 yang menjadi termohon dalam gugatan meninggal dunia pada 11 Juli 2020.

Dasar akte notaris Indra Bangsawan Cs sebelumnya adalah pernyataan dari Bambang Irawan dan Slamet Abdul Latif yang mengaku mendapatkan kuasa dari ketua pendiri yayasan Sarwoko.

Para pendiri yayasan tahun 1977 yang diwakili Maryati Akuan dan Amir Husin lalu menggugat Akte Notaris 01 Tahun 2002 ke PN Kelas 1 Tanjungkarang akhir tahun lalu (17/12).

Senin (1/2), Erie Hermawan, mewakili keluarga pendiri YPS 1977 lainnya, Hertanto Roestyono dan Gustaf Gautama, mengatakan proses pengambialihan akan dilakukan secara bijaksana.

Bahkan, keluarga pendiri tetap memberikan kesempatan kepada sebagian pengurus lama untuk tetap bergabung memperkuat kepengurusan baru.

Gustaf Gautama menjamin dalam masa transisi tidak menganggu rutinitas aktivitas belajar mengajar Universitas Saburai. Dia menjamin pengelolaan YPS akan lebih baik.

Konflik YPS bermula dari terbitnya Akte Pendirian YPS No. 01 Tanggal 1 November 2002 oleh notaris Imran Ma'ruf yang menetapkan Subki Elyas Harun dan kawan- kawan sebagai pembina YPS. 

Munculnya akte ini tanpa sepengatahuan para pendiri yang berjumlah tujuh orang yang ada dalam Akte Notaris No.18 Tanggal 20 Desember 1977, yakni Sarwoko, Maryati Akuan, Yuzar Akuan, dan Amir Husin.